Cara Membaca Data GSC untuk Strategi Konten Perusahaan Advertising
Ketika perusahaan advertising ingin meningkatkan kehadiran digitalnya, biasanya yang pertama dikejar adalah membuat konten sebanyak mungkin: artikel tentang neon box, edukasi marketing, sampai penjelasan titik billboard per kota. Namun setelah semua itu dipublikasikan, muncul pertanyaan: apakah konten ini benar-benar ditemukan calon klien? Apakah artikel kita menjawab apa yang dicari orang di Google?
Di sinilah pentingnya Google Search Console (GSC). Banyak orang menganggap GSC hanya sekadar alat untuk melihat jumlah klik atau posisi halaman di Google. Padahal, bagi perusahaan outdoor advertising, GSC sebenarnya adalah kompas strategis yang menunjukkan arah minat pasar, perilaku pencarian lokal, hingga peluang konten yang bisa menghasilkan lead berkualitas.
Saya sering menemui insight menarik saat membaca data GSC milik perusahaan advertising: terkadang halaman yang dianggap biasa justru memiliki impression tertinggi, sementara artikel yang sudah ditulis dengan susah payah ternyata jarang muncul di pencarian. Semua ketidaksinkronan itu hanya bisa dijelaskan jika kita benar-benar memahami data GSC—bukan sekadar membaca angka, tetapi memaknainya.
Saat Pertama Kali Membuka GSC: Apa yang Harus Dilihat?
Ketika membuka tab “Performance”, ada tiga menu yang tampak sederhana: Queries, Pages, dan Search Appearance. Tetapi dari tiga menu inilah seluruh strategi konten Anda sebenarnya bisa dirumuskan.
Queries: Cara Calon Klien Mencari Anda
“Queries” adalah daftar keyword yang digunakan orang sebelum mereka mengklik website Anda.
Pada bisnis outdoor advertising, di sini biasanya muncul kombinasi menarik antara:
- keyword produk: “harga neon box”, “pembuatan letter sign”,
- keyword lokasi: “titik billboard Bandung”, “sewa billboard Depok”,
- keyword edukasi: “cara meningkatkan awareness”, “apa itu conversion dalam marketing”.
Melihat queries seperti ini sama seperti membaca pikiran pasar. Dari sinilah Anda tahu apa yang sebenarnya dicari calon pelanggan. Terkadang, ada keyword yang belum Anda buat kontennya sama sekali, tetapi sudah muncul impression tinggi. Itu adalah peluang emas yang sering terlewat oleh banyak perusahaan.
Pages: Menilai Mana Konten yang Benar-Benar Bekerja
Jika queries menunjukkan apa yang dicari orang, maka tab “Pages” menunjukkan apa yang sebenarnya bekerja di website Anda.
Anda mungkin akan terkejut: sering kali halaman yang paling banyak klik bukan artikel terbaru, melainkan halaman lama yang kebetulan sangat relevan.
Inilah momen yang biasanya membuka wawasan: kita sadar bahwa SEO bukan tentang banyaknya konten, tetapi kecocokan antara kebutuhan user dan apa yang kita sajikan.
Metrik GSC
Ketika melihat data, ada empat angka yang harus dipahami bukan sebagai angka, tetapi sebagai indikator perilaku pengguna.
1. Impressions: Minat Pasar
Jika impression tinggi tetapi klik rendah, artinya Anda sudah berada di radar Google, tapi belum meyakinkan orang untuk mengunjungi.
Mungkin judul kurang menarik, mungkin kontennya belum menjawab search intent.
2. Clicks: Relevansi
Klik menunjukkan bahwa konten Anda relevan.
Inilah metrik paling jujur. Orang tidak akan mengklik jika tidak tertarik.
3. Position: Kompetisi
Posisi bukan tentang menang atau kalah semata, tapi tentang ruang untuk bertumbuh.
Posisi 6–20 artinya konten Anda berpotensi naik drastis hanya dengan sedikit optimasi.
4. CTR: Daya Tarik
CTR mengukur apakah judul dan meta description Anda cukup menggoda untuk diklik.
Untuk perusahaan advertising, judul dengan tambahan lokasi, angka, dan value proposition biasanya meningkatkan CTR secara signifikan.
Baca juga: Gen Z dan Preferensi terhadap Brand

Ketika Data Mengungkap Peluang Konten yang Tak Terduga
Mari bayangkan Anda menemukan keyword “titik billboard Tangerang Selatan” memiliki impression tinggi, padahal Anda belum pernah menulis konten itu. Ini berarti Google sudah mengaitkan website Anda dengan niche outdoor advertising di wilayah tersebut.
Dan itu sebuah sinyal:
Jika Anda menulis artikel tentang itu, kemungkinan besar halaman tersebut akan segera mendapatkan impression dan klik.
Atau misalnya halaman “Neon Box Starbucks” Anda ternyata memiliki CTR tinggi tetapi posisi masih di 7–8. Ini berarti:
- orang tertarik,
- Google menganggap halaman itu relevan,
- Anda hanya butuh sedikit optimasi untuk mendorongnya ke posisi 1–3.
Inilah bedanya membaca data secara dangkal dengan membaca data secara strategis.
Menyusun Strategi Konten: Dari Data ke Editorial Plan
Setelah memahami queries dan pages, langkah berikutnya adalah mengubah insight itu menjadi langkah nyata.
1. Buat Daftar Topik Baru dari Keyword High-Impression
Setiap keyword dengan impression tinggi tetapi belum punya halaman adalah topik baru.
Biasanya pada perusahaan advertising, keyword yang sering muncul adalah:
- keyword signage:
- “neon box cafe”
- “perbandingan akrilik vs stainless”
- keyword lokasi:
- “titik billboard Cilegon”
- “harga baliho Lebak”
Topik-topik seperti ini sangat stabil dan cenderung konsisten sepanjang tahun.
2. Perkuat Halaman yang Sudah Bagus
Ini mencakup:
- menambah konten
- memperbaiki heading
- menambah gambar/ilustrasi
- menambah internal link dari halaman lain
Dengan langkah kecil, Anda bisa menggeser halaman dari posisi 8 menjadi 3, yang dampaknya bisa berkali lipat.
3. Rewrite Halaman Lemah Berdasarkan Search Intent
Jika konten sudah tidak sesuai dengan apa yang dicari user, update total sering kali jauh lebih efektif daripada sekadar menambah paragraf baru.
Mengapa Rutinitas Monitoring GSC Penting dalam Bisnis Advertising?
Dalam bisnis outdoor advertising, perilaku pencarian sangat dipengaruhi oleh kondisi lokal, momen tertentu, dan musim budget perusahaan.
Oleh sebab itu:
- monitoring 7 hari membantu melihat tren cepat
- monitoring 28 hari membantu membaca kestabilan
- monitoring 3 bulan membantu melihat arah bisnis
Bahkan, dari data GSC, Anda bisa mengetahui:
- kapan masyarakat mulai mencari harga neon box (biasanya awal tahun dan mendekati Q4)
- kapan permintaan billboard naik (umumnya menjelang musim politik atau launching besar)
- lokasi mana yang paling banyak dicari
- brand apa yang paling sering dihubungkan dengan signage tertentu
Semua ini tidak bisa Anda lihat hanya dari membuat konten. Data-lah yang mengungkapnya.
Penutup
Ketika Anda menulis konten tanpa membaca data, Anda seperti memasang billboard di lokasi yang tidak pernah dilalui target market.
Namun ketika Anda membaca GSC dengan benar, Anda dapat menempatkan konten pada “titik strategis” yang tepat—persis seperti memilih lokasi billboard yang ramai dilalui kendaraan.
